Sinopsis:
“Hulu yang tak boleh dilupakan, muara yang harus terus dijaga.”
Tarsul bukan sekadar untaian kata berirama; ia adalah detak jantung kebudayaan Kutai Kartanegara yang membawa pesan moral, doa, dan kearifan hidup. Di tengah gempuran era digital, mungkinkah suara sastra lisan ini tetap terdengar nyaring di telinga Generasi Z dan Alpha?
Buku “Warisan Tuk Generasi” hadir sebagai jawaban. Untuk pertama kalinya, lima pemolah Tarsul bersinergi mendokumentasikan tutur lisan ke dalam sebuah Antologi yang memikat. Di dalamnya, Anda tidak hanya akan menemukan keindahan rima, tetapi juga pengenalan kembali terhadap kosakata khas Kutai yang mulai langka seperti hombong yang penuh kebanggaan, hingga rasa supan yang mendidik karakter.
Mengapa buku ini penting?
* Dokumentasi Otentik: Mengubah sastra lisan yang rapuh dalam ingatan menjadi tulisan yang abadi.
* Jembatan Generasi: Dirancang khusus sebagai bahan ajar Muatan Lokal yang edukatif dan mudah dipahami pelajar SD hingga SMA.
* Kekuatan Jati Diri: Menghidupkan kembali kecintaan pada identitas lokal Kutai Kartanegara.
Jadikan buku ini sebagai panduan untuk mengenal kembali siapa kita. Sebab, sebuah bangsa akan kehilangan arah jika ia melupakan bahasa dan sastra ibunya.
| Detail Buku | |
|---|---|
| ISBN | 978-634-7663-22-1 |
| Penulis |
|
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed. |
| Penyunting | Khairun Nisa, S.T. |
| Desain Sampul & Tata Letak | Bunga Elza Ulandari, S. Psi. |
| Penerbit | CV. Dunia Penerbitan Buku |
| Kategori | Sastra |
| Tahun Terbit | 2026 |


Ulasan
Belum ada ulasan.